Sabtu, 26 Maret 2011

"SI PENARIK RAKIT"


Seiring dengan berkembangnya teknologi yang pesat dari segala bidang seperti bidang teknologi , elektronika, transportasi dan lain-lain membuat sebagian besar orang beralih dengan hidup serba modern. Namun, masih ada seorang yang setia dengan pekerjaan lamanya. Beliau adalah bapak Saman seorang tukang rakit disungai. Sejak tahun 1981-sekarang beliau mengaku masih setia dengan pekerjaannya ini karena ini adalah pekerjaan turun-menurun tidak hanya alas an itu saja melainkan karena faktor pendidikan karena beliau merasa tidak mampu untuk bekerja dibidang lain hanya dengan berpendidikan SD bahkan tidak tamat. Banyak suka duka yang beliau rasakan dengan pekerjaan ini seperti jarangnya penumpang dan banyaknya saingan.
Bapak Saman tiap harinya bekerja dari pukul 06.00-18.00, penghasilan rata-rata yang beliau dapatkan ±Rp 25.000/hari itupula jika tidak ada halangan, tapi jika terjadi banjir pendapatan menurun drastis ±15.000/hari, dengan penghasilan segitu beliau harus menghidupi istri dan ke-5 anaknya meski yang ke-4 ananknya sudah berkeluarga tapi beliau masih menanggung pendidikan seorang anaknya yang masih bersekolah dan itu juga hanya cukup untuk kebutuhan dapur saja. Terkadang bapak saman mencari penghasilan tambahan dengan bertani atau melakukan segala hal yang dapat beliau lakukan.
Inilah sepenggal kisah hidup bapak saman “SI PENARIK RAKIT” ..

0 komentar:

Posting Komentar